Selasa, 10 Agustus 2010

Menara Adzan

Suara merdu menggetarkan dan menyeru
Di angkasa raya melintang halilintar syahdu
Lima kali dalam dua kali perputaran jam menyahut disana sini
Dengan penuh semangat dan kewibawaan.
Begitu agung suara diatas tiang tertinggi
Melayang ke setiap telinga manusia, siapapun dia
Pasti tau suara apa itu
Bibir menganga di ujung menara

Bahkan sampai ke angkasa raya menyuara
Tapi hanya beberapa jiwa saja yang merasa
Sedangkan yang lain tiada mengerti apa yang sebenarnya
Akan tetapi menara selalu bersuara sampai tiba saatnya
Dimana manusia hanya bisa bertanya-tanya
Sambil kebingungan mencari dirinya
Dan merasa tiada berdaya
Tapi menara hanya bisa melihat dengan rasa iba
Sambil berkata kepada mereka
“Kenapa tak kau dengarkan suara saya…..?”
Saat itu barulah mereka merasa hina dan nista
Tapi sebagian mereka tetap tak percaya
Bahkan ada yang berkata ”ini biasa-biasa saja”
Namun perasaan mereka hanya sementara
Sampai akhirnya mereka harus menerima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar