Rabu, 11 Agustus 2010

Kau Malaikatku

kehadiranku pada saat itu
seseorang menatapku dengan penuh harapan
teriakan pertamaku membuat mereka tersenyum
kulihat sekeliling bibir-bibir senyum dan mata yang bahagia
tapi aku tidak tahu kenapa itu terjadi
semuanya memandangku
mencoba untuk mengajakku berbicara
dengan berbagai macam gayanya
tapi aku tetap saja menangis dan menangis
harusnya aku juga bahagia tapi itulah yang terjadi.

senyuman itu terlihat lagi ketika aku memakai pakaian dua warna merah-putih mereka bak tukang salon, ingin sekali melihat penampilanku bagus dan rapi
pergi pagi dan pulang siang, setiap hari kulakukan
aku bagaikan seorang presiden yang selalu diantar dan dijemput
aku mulai mengerti sedikit hingga akhirnya aku membawa secarik kertas yang sangat berharga
sebagai tanda aku harus mencari teman baru di tempat yang baru
masa itu telah kulewati selama 3 tahun
hingga aku berada pada puncak jalurnya
hari demi hari ku lalui, hingga aku mulai mengerti
dan aku harus mengerti
aku bernostalgia dalam mimpi tapi aku terjaga
ku putar lagi kaset memori lama itu
dan sekarang aku baru tau pasti
ternyata dia adalah malaikatku
sang pahlawan
sang tercinta
ku janji kan bawamu ke mahaligai syurga
sampai nanti ku jumpa malaikatku disana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar